| Cita - cita yang selalu menemani ketika saya bangun dan akan tidur. |
Pernah punya mimpi atau cita –
cita, kan? Semua orang normal pasti punya. Gambar di atas adalah sekian dari
sekian banyak mimpi saya ketika saya di bangku kelas dua belas. Ketika itu saya
menargetkan nilai rapor semester 5
seperti gambar di atas. Harapannya, jika berhasil mendapatkan angka - angka tersebut saya bisa lolos SNMPTN jalur
undangan dan meneruskan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.
Akan tetapi, tidak selalu semua mimpi dapat tercapai. Begitu pula dengan target
milik saya ini. Matematika gagal. Fisika gagal. Kimia gagal. Bahasa Inggris
gagal.
Lantas, apakah kegagalan itu
membuat saya patah semangat? Nyaris. Saya sempat ketakutan,
frustasi, dan
kebingungan. Takut tidak diterima, takut gagal. Namun, bagi saya sekarang itu
adalah normal. Jadi, untuk kalian yang sedang dalam situasi seperti itu,
nikmatilah saja dulu. Semua akan indah pada waktunya, entah kalian berhasil,
ataupun gagal saat ini.
Kegagalan bertubi – tubi
menghampiri saya ketika itu. Nilai – nilai try
out jeblok, dan akhirnya nilai UN juga jeblok menjijikkan. Saya ingat
ketika itu ibu saya mengirimi sebuah pesan yang isinya : “Apapun hasilnya, kamu
tetap yang terbaik,” yang langsung membuat saya menangis sejadi – jadinya. Saya
sangat kecewa dengan hasil UN dan sedih tidak bisa membuat kedua orangtua saya
bangga.
Seminggu setelah pengumuman UN
saya kembali dibuat resah dengan pengumuman online
SNMPTN. Rasa takut kembali hinggap kapan pun, di mana pun. Saya juga trauma
karena saya pernah mendaftar Sekolah Vokasi di Universitas Gadjah Mada dan
hasil pengumumannya menggunakan sistem online.
Waktu itu saya dinyatakan tidak lolos seleksi tersebut. Oleh karena itu, saya
sempat berpikir untuk tidak melihat hasil seleksi SNMPTN di internet. “Lebih
baik menunggu besok, lihat di koran,” pikir saya saat itu. Akan tetapi, rupanya
ibu saya terus memaksa saya untuk melihat hasilnya waktu itu juga. “Tahu lebih
cepat, lebih baik,” katanya. Kedaan itu membuat saya sangat tidak nyaman. Saya
ketakutan, jantung saya melompat – lompat. Ibu saya berada di samping saya.
Ketika melihat hasilnya, saya sempat tidak percaya, takut kecewa kalau hasilnya
salah. Akan tetapi lama – kelamaan saya percaya juga. Alhamdulillah, saya
diterima di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada.
Sejak saat itu saya menjadi
percaya bahwa mimpi yang dibubuhi dengan usaha dan doa suatu saat akan berubah
menjadi kenyataan. Kalaupun tidak, tidak akan jadi masalah. Meskipun awalnya
kesedihan dan kekecewaan akan mengiringi setiap kegagalan. Namun, saya percaya Tuhan
selalu punya skenario yang super indah untuk setiap manusia. Untuk itu, dekatkanlah
dirimu dengan Tuhan!